assalamualaikum

selamat datang di blog kami semoga apa yang kami sajikan bisa bermanfaat bagi kita semua amin

Minggu, 13 Juni 2010

Makalah Potensio,eter

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Dalam melaksanakan proses perkuliah semester II pada Prodi Fisika kita, kita akan mendapatkan mata kuliah yang berjudul Alat ukur. Dari sinilah kita bisa mengetahui berbagai macam komponen-komponen yang terdapat dalam alat elektronik, diantaranya resistor, transformator, kumparan, diode arus DC atau AC potensiometer, kapasitor, dan lain sebagainya.
Akatetapi dalam hal ini kami hanya ditugaskan membuat makalah yang berhubungan dengan Potensiometer saja, dan adapaun mengenai komponen-komponen yang lain ditugaskan kepada kelompok yang lain. Dalam hal ini kami akan membahas secara rinci mengenai potensiometer baik itu berupa bentuk, jenis dan kegunaannya.

2. Maksud dan tujuan
Dengan adanya makalah ini kami sebagai mahasiswa bisa lebih mandiri dan kreatif dalam hal mencari bahan yang menjadi pokok makalah yang akan kami buat, dan ini sekaligus melatih mahasiswa untuk membuat atau menyalurkan pendapatnya mengenai pokok bahasan makalah yang diberikan.
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar kita bisa lebih mengerti mengenai apa saja yang menyangkut potensiometer, baik itu berupa kegunaan jenis, maupun komponen-komponen penyusun potensoimeter itu sendiri. Selain itu tugas ini juga melatih kami untuk mengemukakan pendapat menurut apa yang telah kami baca baik itu dari artikel, majalah, atau buku pelajaran yang berkaitan dengan pokokbahasan kami.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Mengenal Potensiometer

Potensiometer


Potensiometer satu putaran yang umum
Simbol (EU)
(US)

Tipe Komponen pasif

Kategori Komponen resistif
Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel. Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser), potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat. Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser, misalnya sebagai sensor joystick.
Potensiometer jarang digunakan untuk mengendalikan daya tinggi (lebih dari 1 Watt) secara langsung. Potensiometer digunakan untuk menyetel taraf isyarat analog (misalnya pengendali suara pada peranti audio), dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit elektronik. Sebagai contoh, sebuah peredup lampu menggunakan potensiometer untuk menendalikan pensakelaran sebuah TRIAC, jadi secara tidak langsung mengendalikan kecerahan lampu.
Potensiometer yang digunakan sebagai pengendali volume kadang-kadang dilengkapi dengan sakelar yang terintegrasi, sehingga potensiometer membuka sakelar saat penyapu berada pada posisi terendah.
Potensiometer kadang-kadang dilengkapi dengan satu atau lebih tombol menjulang pada batang yang sama . Sebagai contoh, ketika berkait dengan suatu pengatur volume, tombol dapat juga berfungsi sebagai suatu on/off tombol di volume yang paling rendah.
B. Jenis Potensiometer
Potensiometer merupakan jenis resistor variabel yg digunakan utk mengatur rus/tegangan. Potensiometer dibagi dua:
• Coated
• Wire-wound
Gambar acialari potenslometar yang dilangkapi dengan sakiar ON-OFF,


Gambar potensiometer kecil (trimmer potensiometertrimpot).

Nilal resistansi variabel diperoleh di antara kaki tengah dengan salah satu kaki pada ujung kiri/kanan, sedangkan di antara ujung-ujung kaki kanan dan kin nilai resistansinya konstan
Jenis coated potensiometer
• Tubuhnya dilapisi bahan resistansi
• Konduktif slidernya melewati lapisan resistansi, menaikkan resistansi antara slider dengan salah satu port, dan menurungkan resistansi antara pot lainnya


jenis wire-wound potensiometer
• Terbuat dr coil kawat konduktor yg mengelilingi resistansi antara slider dan salah satu port, yg menurunkan resistansi antara slider dan salah satu pot.
• Digunakan pd perangkat yg membutuhkan akurasi pengontrolan yg tinggi.
Potensiometer memiliki bentuk dan ukuran yg berbeda, dng rating daya 1/4W hingga 10W.

• Gbr paling atas adlh stereo potensiometer.
• Gbr kiri bawah adlh slider potensiometer
• Gbr kanan bawah adalah wire-wound potensiometer
Trimner potensiometer digunakan pada rangkaian yang membutuhkan akurasi tegangan dan arus yg tinggi. Trim pot memiliki bentuk dan ukuran yg berbeda, dengan rating daya dari 0.1 W hingga 0.5W.

C. Konstruksi potensiometer


Konstruksi suatu wire-wound potensiometer lingkar.
Sebuah potensiometer biasanya dibuat dari sebuah unsur resistif semi-lingkar dengan sambungan geser (penyapu). Unsur resistif, dengan terminal pada salah satu ataupun kedua ujungnya, berbentuk datar atau menyudut, dan biasanya dibuat dari grafit, walaupun begitu bahan lain mungkin juga digunakan sebagai gantinya. Penyapu disambungkan ke terminal lain. Pada potensiometer panel, terminal penyapu biasanya terletak ditengah-tengah kedua terminal unsur resistif. Untuk potensiometer putaran tunggal, penyapu biasanya bergerak kurang dari satu putaran penuh sepanjang kontak. Potensiometer "putaran ganda" juga ada, elemen resistifnya mungkin berupa pilinan dan penyapu mungkin bergerak 10, 20, atau lebih banyak putaran untuk menyelesaikan siklus. Walaupun begitu, potensiometer putaran ganda murah biasanya dibuat dari unsur resistif konvensional yang sama dengan resistor putaran tunggal, sedangkan penyapu digerakkan melalui gir cacing. Disamping grafit, bahan yang digunakan untuk membuat unsur resistif adalah kawat resistansi, plastik partikel karbon dan campuran keramik-logam yang disebut cermet. Pada potensiometer geser linier, sebuah kendali geser digunakan sebagai ganti kendali putar. Unsur resistifnya adalah sebuah jalur persegi, bukan jalur semi-lingkar seperti pada potensiometer putar. Potensiometer jenis ini sering digunakan pada peranti penyetel grafik, seperti ekualizer grafik. Karena terdapat bukaan yang cukup besar untuk penyapu dan kenob, potensiometer ini memiliki reliabilitas yang lebih rendah jika digunakan pada lingkungan yang buruk.
Potensiometer tersedia dengan relasi linier ataupun logaritmik antara posisi penyapu dan resistansi yang dihasilkan (hukum potensiometer atau "taper").
Pembuat potensiometer jalur konduktif menggunakan pasta resistor polimer konduktif yang mengandung resin dan polimer, pelarut, pelumas dan karbon. Jalur dibuat dengan melakukan cetak permukaan papua pada substrat fenolik dan memanggangnya pada oven. Proses pemanggangan menghilangkan seluruh pelarut dan memungkinkan pasta untuk menjadi polimer padat. Proses ini menghasilkan jalur tahan lama dengan resistansi yang stabil sepanjang operasi.
Pengetrim pasang PCB atau "trimpot", ditujukan untuk pengaturan yang jarang dilakukan

D. Potensiometer linier
Potensiometer linier mempunyap unsur resistif dengan penampang konstan, menghasilkan peranti dengan resistansi antara penyapu dengan salah satu terminal proporsional dengan jarak antara keduanya.. Potensiometer linier digunakan jika relasi proporsional diinginkan antara putaran sumbu dengan rasio pembagian dari potensiometer, misalnya pengendali yang digunakan untuk menyetel titik pusat layar osiloskop.
E. Potensiometer logaritmik
Potensiometer logaritmik mempunyai unsur resistif yang semakin menyempit atau dibuat dari bahan yang memiliki resistivitas bervariasi. Ini memberikan peranti yang resistansinya merupakan fungsi logaritmik terhadap sudut poros potensiometer.
Sebagian besar potensiometer log (terutama yang murah) sebenarnya tidak benar-benar logaritmik, tetapi menggunakan dua jalur resistif linier untuk meniru hukum logaritma. Potensiometer log juga dapat dibuat dengan menggunakan potensiometer linier dan resistor eksternal. Potensiometer yang benar-benar logaritmik relatif sangat mahal. Potensiometer logaritmik sering digunakan pada peranti audio, terutama sebagai pengendali volume.
Potensiometer lilitan kawat daya tinggi. Potensiometer jenis apapun dapat digunakan juga sebagai rheostat

F. Rheostat
Cara paling umum untuk mengubah-ubah resistansi dalam sebuah sirkuit adalah dengan menggunakan resistor variabel atau rheostat. Sebuah rheostat adalah resistor variabel dua terminal dan seringkali didesain untuk menangani arus dan tegangan yang tinggi. Biasanya rheostat dibuat dari kawat resistif yang dililitkan untuk membentuk koil toroid dengan penyapu yang bergerak pada bagian atas toroid, menyentuh koil dari satu lilitan ke lilitan selanjutnya.
Potensiometer tiga terminal dapat digunakan sebagai resistor variabel dua terminal dengan tidak menggunakan terminal ketiga. Seringkali terminal ketiga yang tidak digunakan disambungkan dengan terminal penyapu untuk mengurangi fluktuasi resistansi yang disebabkan oleh kotoran.
G. Potensiometer Digital
Potensiometer digital adalah sebuah komponen elektronik yang meniru fungsi dari potensiometer analog untuk diterapkan pada isyarat digital.
H. Aplikasi potensiometer
Potensiometer secara luas digunakan sebagai kendali pemakai, dan boleh mengendalikan suatu peralatan sengan variasi yang luas fungsinya. penggunaan potensiometer Yang tersebar luas dalam elektronika konsumen telah merosot di tahun 1990, dengan kendali digital sekarang


Televisi
Potensiometer tadinya digunakan untuk mengendalikan terang gambar, kontras, dan warna. Potensiometer sering juga digunakan untuk melakukan penyesuaian " pegangan vertikal", yang mempengaruhi sinkronisasi antar sirkit internal penerima ( kadang-kadang suatu multivibrator) dan isyarat gambar yang diterima.

Transducers
Potensiometer adalah juga sangat secara luas menggunakan sebagai bagian dari penggantian/jarak transducers oleh karena kesederhanaan konstruksi dan sebab mereka dapat memberi suatu isyarat keluaran besar.

Perhitungan
Di dalam komputer analog, potensiometer digunakan untuk mengelupas hasil intermediate oleh faktor tetap yang diinginkan, atau bagi syarat awal diset untuk suatu kalkulasi. Potensiometer digunakan sebagai suatu generator fungsi, menggunakan suatu kartu pembalasan tidak linier untuk menyediakan perkiraan ke fungsi trigonometric. Sebagai contoh, perputaran batang mungkin menghadirkan suatu sudut, dan perbandingan divisi voltase dapat buat sebanding kepada kosinus menyangkut sudut.



BAB III
PENUTUP
KEIMPULAN

Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel. Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser), potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat. Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser, misalnya sebagai sensor joystick.
Potensiometer kadang-kadang dilengkapi dengan satu atau lebih tombol menjulang pada batang yang sama . Sebagai contoh, ketika berkait dengan suatu pengatur volume, tombol dapat juga berfungsi sebagai suatu on/off tombol di volume yang paling rendah.

Potensiometer merupakan jenis resistor variabel yg digunakan utk mengatur rus/tegangan. Potensiometer dibagi dua:
• Coated
• Wire-wound
Jenis coated potensiometer
• Tubuhnya dilapisi bahan resistansi
• Konduktif slidernya melewati lapisan resistansi, menaikkan resistansi antara slider dengan salah satu port, dan menurungkan resistansi antara pot lainnya



jenis wire-wound potensiometer
• Terbuat dr coil kawat konduktor yg mengelilingi resistansi antara slider dan salah satu port, yg menurunkan resistansi antara slider dan salah satu pot.
• Digunakan pd perangkat yg membutuhkan akurasi pengontrolan yg tinggi.
Potensiometer memiliki bentuk dan ukuran yg berbeda, dengan rating daya 1/4W hingga 10W.

• Gbr paling atas adlh stereo potensiometer.
• Gbr kiri bawah adlh slider potensiometer
• Gbr kanan bawah adalah wire-wound potensiometer


Aplikasi potensiometer
Potensiometer secara luas digunakan sebagai kendali pemakai, dan boleh mengendalikan suatu peralatan dengan variasi yang luas fungsinya.
 televisi
 Transducers
 Perhitungan

DAFTAR PUSTAKA
.Aldy.2008.Pengenalan Wajah Elktronika. Speedy Wikepedia
MT. ST. Ahnar.2007. Komponen Elektronika. FT- UNRI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar