assalamualaikum

selamat datang di blog kami semoga apa yang kami sajikan bisa bermanfaat bagi kita semua amin

Minggu, 13 Juni 2010

Sejarah Perkembangan MIPA

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Ilmu pengetahuan Alam atau yang biasa disebut IPA adalah merupakan satu dari sekian banyak ilmu-ilmu yang ada dan berkembang saat ini dimana keberadaannya sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Karena tanpa adanya ilmu –ilmu tersebut kita tidak akan berkembang dengan begitu cepat ini berarti tanpa adanya ilmu pengetahuan manusia akan masih tetap berada pada alam kegelapan.
Begitu pesatnya perkembangan Iptek saat ini membuat segala sesuatu yang kita kerjakan akan menjadi lebih mudah dan ringan. Kita ambil saja contoh waktu belum begitu berkembangnya komputer dimana kita masih mengetik dengan menggunakan mesin ketik yang masih jauh lebih lama dan rumit ketimbang menggunakan komputer.
Oleh karena itu adanya pengembangan iptek ini sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari, pengembangan demi pengembangan dilakukan oleh para ilmuan untuk memperoleh temuan temuan baru yang bisa bermanfaat bagi kehidupan manusia.

B. MAKSUD DAN TUJUAN
Makalah ini kami buat untuk mengetahui sejauh mana kemajuan Iptek saat ini terutama dalam bidang MIPA karena sesuatu yang besar itu tidak langsung ada melainkan semua itu membutuhkan proses. Dan dalam proses ini tentu tidak lepas dari tantangan dan hambatan. Oleh karena itu kami mencoba untuk menguak berbagai hal mengenai MIPA baik itu dari sejak MIPA itu berdiri sampai saat sekarang.

BAB II
ISI

1. Sejarah Perkambangan MIPA
Dengan bertambah majunya alam pikiran manusia dan makin berkembangnya cara-cara penyelidikan, manusia dapat menjawab banyak pertanyaan tanpa mengarang mitos. Dengan demikian mitos makin kurang disukai dan hanya dipakai untuk memberi keterangan kepada anak kecil.
Dengan akalnya yang berkembang, informasi yang didapat disimpan dan diajar dari generasi ke generasi berikutnya. Penambahan informasi yang baru menyebabkan pengetahuan yang ada juga bertambah dari generasi ke generasi.
Ilmu ini terus berkembang sejalan dengan sifat manusia yang merasa selalu ingin tahu akan sesuatu yang baru terutama tentang benda yang berada di sekelilingnya, alam semesta beserta isinya bahkan diri sendiri. Rasa ingin tahu tersebut mendorong manusia untuk memahami dan menjelaskan gejala alam, baik secara maksoskopik maupun secara mikroskopik. Dorongan rasa ingin tahu dan usaha untuk memahami serta pemecahan masalah yang dihadapi tersebut mendatangkan pengetahuan baru.
Berdasarkan uraian tersebut maka secara sederhana dapat kita gambarkan sebagai berikut:






Sumber : Sumi Hudiaono Makalah Pelatihan Nasional Dosen IAD di Surabaya
Gbr. 1 Rasa ingin tahu penemuan Ilmu pengetahuan Alam
2. Terbentuknya Ilmu pengetahuan Alam ( IPA)
IPA merupakan suatu ilmu yang teoritis, teori tersebut didasarkan atas pengamatan percobaan-percobaan terhadap gejala alam. Bagaimanapun indahnya teori dirumuskan, semua itu didaklah dapat di pertahankan kalau tidak sesuai dengan hasil-hasil pengamatan/observasi.
Secara lengkap dapat dikatakan bahwa suatu himpunan pengetahuan dapat disebut IPA bilaman memenuhi persyaratan sebagtai berikut. Obyeknya ialah pengamatan manusia, berupa gejala-gejala alam. Kemudian dikumpulkanmelalui metode keilmuan serta mempunyai menfaat untuk kesejahteraan manusia.
Berkat makin sempurnanya alat pengamat bintang, berupa teleskop dan juga makin meningkatnya kemampuan fikir manusia maka antara tahun 1500-1600, terjadi perubahan besar atas semua ajaran Aristoteles maupun Ptolomeus. Sebagai tonggak sejarah dapat dicatat disini adalah nicoulas copernicus (1473-1543). Dimana pokok ajarannya sebagai berikut:
 Matahari adalah pusat dari sistem solar. Didalam sistem itu, Bumi adalah salah satu dari pelanet-pelanet lain yang beredar mengelilingi matahari;
 Bulan beredar mengelilingi Bumi dan bersama Bumi mengelilingi Matahari;
 Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur yang mengakibatkan adanya siang dan malam serta pendangan tentang gerakan bintang-bintang.
Pengikut Capernicus, Yakni Brono (1548-1600) memperoleh simpulan lebih jauh lagi yakni:
 Jagad raya tidak ada batasnya
 Bintang-bintang tersebar di jagad raya.

Ahli astronomi lain yang juga penting dicatat ialah Johanes kapler (1571-1630). Ia mengungkapkan pendapatnya, antara lain sbb:
 Pelanet-pelanet beredar mengelilingi matahari, pada suatu garis edar berbentuk elips dengan suatu focus.
 Bila ditarik garis imajinasi, dari planet ke matahari, dan sementara itu ia bergeser menurut garis edarnya maka luas bidang yang ditempuh pada jangka waktu yang sama ialah sama.
 Pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan oleh sebuah planet untuk mengelilingi matahari secara penuh ialah sebanding dengan pangkat tiga dari jarak rata-rata planet itu terhadap matahari.
Perlu dicatatat pula, orang besar bernama Galileo Galilei ( 1564-1642 ). Yang beranai mengumumkan penemuannya dengan teleskopnya yang mutakhir pada saat itu, yang bertentangan dengan pandangan penguasa.
Lebih jauh ia menemukan bahwa ada 4 buah bulan yang mengelilingi jupiter, adanya gunung-gunung di bulan dan suatu bintik hitam ( black hole)di matahari yang sangat penting untuk dapt menghitung rotasi matahari.
Dengan rasionalisme dan empirisme yang dikembangakan, ilmu pengetahuan maju dengan pesat sehingga dikatakan sebagai revolusi ilmu pengetahuan (sesiantific revolution).

3. Ruang Lingkup IPA dan Pengembangannya
Inti dari perkembangan ilmu ialah penelitia yang dikelilingi atau di dukung oleh landasan-landasan atau strata Ilmu. Dimana landasan dan strata ilmu tersebut dibagi 3 sbb:
a. Hipotesis
Hipotesis ialah strata ilmu yang paling rendah, yang merupakan dugaan atau presiksi yang diambil berdasarkan pengetahuan atau teori yang sudah ada untuk menjawab masalah penelitian yang sudah dilakukan.
b. Teori
Teori ialah strata yang lebih tinggi dari hipotesis. Teori merupakan landasan ilmu yang telah teruji kebenarannya. Namun demikian, teori masih mungkin untuk di koreksi dengan teori baru yang lebih tepat.
c. Hukum atau dalil
Hukum atau dalil ialah strata yang paling tinggi. Hukum atau dalil, berasal dari teori yang telah diuji terus menerus dan diketahui tidak ditemukan adanya kesalahan.
Banyak pakar yang berpendapat bahwa Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkembang dari IPA Klasik ke IPA modern. Adapun pengertian tantang IPA klasik dan IPA modern yang di cetuskan oleh para pakar tersebut pun berbeda. Tetapi pada umumnya berlandasakan atas disiplin Ilmu yang mereka tekuni.
Pakar fisika misalnya, mendifinissikan bahwa yang dimaksud dengan IPA klasik ialah perkembangan Ilmu fisika sebelum abad XX, yakni sejak awal sampai batas munculnya teori reltivitas. Sedangkan IPA modern, ialah perkembangan setelah abad XX yang dimulai sejak saat munculnya teori relativitas dari Einstein (1905) diikuti Teori Radiasi Oleh Max Planck (1910) dan sinar X oleh rontgen (1923).
Pakar Biologi tentu berpandangan lain tentang IPA Klasik dan modern, demikian pula jika dipandang dari disiplin ilmu yang lain. Secara umum pengertian IPA bukan hanya ditinjau dari satu disiplin ilmu saja, namun IPA dapat diperinci lebih lanjut yang meliputi berbagai disiplin Ilmu.
Konsep IPA klasik telaahannya mengikuti kaidah ilmu tradisional yang bersifat Makroskopik, sedangkan IPA modern bersifat Mikroskopik, sehingga penggolongan IPA menjadi “Klasik” dan “Modern” sama sekali bukan berkaitan dengan waktu, maupun klasifikasi bidang ilmu. Penggolongan ini lebih mengacu kepada konsepsi yaitu cara berfikir, cara memandang dan cara menganalisis seuatu fenomena alam.
1) IPA Klasik
Contoh secara umum, antara lain
a) Pembuatan ragi tempe dan ragi tape, mekipun hanya berdasarkan pengamatan petani, namun tanpa disadari petani tersebut telah berkecimpung dalam bidang mikrobiologi dan tentu saja tidak lepas dari ilmu fisika yang mendasarinya.
b) Pembuatan gula kelapa merupakan proses fisika bersama kimia yang telah tinggi tingkatannya.
2) IPA Modern
IPA modern diperolehg atas dasar penelitian dengan menggunakan metode Ilmiah disertai pengujian-pengujian berungkali sehingga diperoleh ilmu yang mantap. Baik untuk terapan maupun Ilmu murni.
Banyak contoh kegiatan IPA modern, antara lain sebagai berikut:
a) Pemanfaatan energi matahari untuk kegiatan yang berkaitan dengan listrik untuk transportasi, industri maupun rumah tangga, yang merupakan pemanfaatan proton untuk menimbulkan aliran muatan listrik (elektron), karena perbedaan panas sehingga terbentuk sel pembangkit tenaga listrik;
b) Tungku sinar matahari telah banyak digunakan yang hanya berperinsip pada titik focus lensa cekung;
c) Energi panas bumi dapat diubah menjadi energi listrik;
d) Pemanfaatan sisa sampah organisme seperti jerami, sisa tanaman lain ataupunkotoran hewan yang diproses dengan bantuan bakteri dan kondisi tertentu menghasilkan gas CH4, CO2, CO, H2S yang ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar. Yangsering disebut dengan energi Biogas.
Secara umum priode pengembangan IPA dapat dilihat dari gambar berikut.











4. KLASIFIKASI IPA
Munculnya Ilmu pengetahuan Alam(IPA) diperkirakan pada abad sekitar (1500-1600). Pada saat itu banyak orang yang menjadi ahli di beberapa bidang ilmu pengetahuan, seperti Copernicus dan galileo yang tidak saja sebagai astronom tetapi juga ahli dalam bidang pengobatan dan matematika. Ilmu pengetahuan semakin hari semakin berkembang sehingga orang sulit mempelajari secara keseluruhan. Orang tidak lagi ahli dalam banyak bidang Ilmu, karena masing-masing Ilmu sudah semakin luas dan mendalam.
Setelah abad pertengahan, perkembangan ilmu relatif lebih pesat dan mendalam sehingga tidak mungkin lagi bagi seseorang menguasai berbagai bidang Ilmu dengan mendalam. Oleh karena itu, perlu dilakukan klasifikasi ilmu pengetahuan yang ada menjadi berbagai disiplin Ilmu.
Secara garis besar ilmu pengetahuan dibagi menjadi dua bidang ilmu utama yaitu “ilmu Sosoal Dan Budaya” dan “Ilmu Pengetahuan Alam” akantetapi dalam hal ini kami khusus membahas mengenai Ilmu Pengetahuan Alam saja.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mencakup ilmu yang cakupannya tentang mahluk hidup dan benda mati (Sains Fisik). Yang dimaksud dengan sains fisik utama adalah ilmu fisika yang sasaran utama pembelajarannya materi dan energi serta ilmu kimia yang mempelajari komposisi materi.
Ilmu Pengetahuan Alam Yang sering disebut juga dengan Natural Seciance. Dibagi lagi menjadi beberapa cabang ilmu sebagai berikut:
1) Fisika (Physics) yatiu cabang Ilmu yang sasaran utamanya adalah meteri dan Energi.
2) Kimia yaitu cabang Ilmu yang mempelajari komposisi Materi.
3) Meteorologi yaitu cabang ilmu yang mempelajari iklim dan cuaca.
4) Biologi yaitu ilmu yang mempelajari mahluk hidup dan gejala-gejalanya.
Biologi dibagi lagi menjadi beberapa cabang ilmu yaitu:
a) Zoologi ialah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang hewan.
b) Botani ialah cabang imu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk tumbuhan.
c) Morfologi ialah suatu studi yang mempelajari bentuk atau setruktur luar dari mahluk hidup.
d) Fisiologi ialah ilmu tentang fungsi atau faal bagian tubuh atau organ dari mahluk hidup
e) Anatomi ialah ilmu yang mempelajari tentang setruktur atau bentuk dalam tubuh
f) Histologi yaitu ilmu yang mempelajari jaringan tubuh atau organ mahluk hidup yang merupakan serentaan sel yang sejenis.
g) Sitologi yaitu studi yang mempelajari tentang struktur molekuler.
h) Higiene yaitu ilmu pengetahuan entang kesehatan.
5) Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA)
Adalah ilmu yang membahas tentang keberadaan bumi sebagai salah satu bagian dari tata surya dan juga membahas tentang Ruang Angkasa beserta benda-benda angkasa lainnya.
IPBA dibagi menjadi beberapa cabang Ilmu Sbb:
A. Astronomi Ialah ilmu yang membahas tentang benda benda ruang angkasa yang ada di alam semesta;
B. Geologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang struktur Bumi, ilmu ini dibagi lagi menjadi:
a) Petrologi yaitu Ilmu yang membahas tentang Batuan-batuan;
b) Vulkanologi yaitu ilmu yang membahas tentang gempa bumi;
c) Mineralogi yaitu ilmu yang mempelajari tentang mineral atau bahan galian;
d) Kristalografi ialah ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk kristal dari mineral.

5. PERKEMBANGAN IPA DAN TEKNOLOGI
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang membahas tentang alam semesta dan segala isinya sedangkan teknologi IPA adalah suatu penerapan IPA untuk memenuhi kebutuhan manusia. Teknologi ini dapat dibagi menjadi beberapa macam antara lain sebagai berikut:
1. Teknologi Maju
Yakni teknologi tingkat pertama suatu usaha yang mengarah pada bidang pendidikan, latihan serta pembinaan para tenaga peneliti ilmiah untuk selalu mengakui dan menguasai perkembangan teknologi yang vital serta dibutuhkan oleh suatu negara.


2. Teknologi Adaptif( Teknologi Madya)
Adalah perkembangan dari suatu teknologi suatu negara maju yang penggunaanya masih harus disesuakan dengan kondisi lingkungan negara yang memerlukan
3. Teknologi Protektif
Teknologi yang digunakan untuk melindungi (konservasi, restorasi, dan regenerasi) segenap sumber daya alam yang ada.

Teknologi Informasi
Teknologi informasi berkembang dengan pesatnya terutama setelah ditemukannya mesin Punc card yang merupakan dasar komputer oleh “Hollerith” pada tahun 1890. dari sinilah era komputer dimulai, karena setelah itu dimulailah pembuatan komputer yang pertama, yang ukuranyya sangat luar biasa besarnya.
Pembagian generasi komputer didasarkan pada peralatan yang menunjukkan keefesianan dalam penggunaanya. Sampai saat ini sudal 5 generasi komputer yang diturunkan. Generasi Pertama merupakan komputer yang menggunkan komponenelektronik vacuum tubeyaitu pada tahun 1945-1958. Generasi Kedua, pada tahun 1958-1966, komponen yang digunakan adalah transistor. Generasi Ketiga, merupakan generasi komputer yang ukurannya sudah semakin kecil dan komponenelektronik yang digunkan adalah solid logic tecnology dan Monolitic integrated circuit. pada priode 1966-1972. generasi keempat, pada tahun 1972-1978 menggunakan IC (integrated circuit)yang ukuranya lebih kecil tetapi memiliki kemampuan lebih besar. Generasi kelima. Diawali dari tahun 1982 sampai sekarang yang dicirikan dengan menggunakan microprosesor yang lebih canggih.

Teknologi Komunikasi
Komunikasi adalah salah satu keperluan manusia dalam hidup bersosialisasi. Untuk itu ilmu alam dan teknologi telah menyumbangkan kepada manusi dibidang media cetak, telegrafi, telphon, radio, dan televisi. Pada tahun 1962, dunia dikejutkan oleh penemuan baru berupa siaran TV dan Radio melalui angkas luar atau tagasnya melalui satlit.buatan. dengan komunikasi saltil ini maka hubungan antara manusia diseluruh dunia semakin mudah.
Ada beberapa penemuan alat komunikasi antara lain:
1) Percetakan
Percetakan sebagai alat komunikasi antar manusia sangat penting artinya. Sejak awal abad ke-15, percetakan telah digunakan orang sebagai komunikasi massa yaitu surat kabar.
2) Telegrafi
Suatu catatan sejarah menunjukan bahwa telegrafi sudah ditemukan pada pertengahan abad ke-18 yang disempurnakan pada pertengahan abad ke-19. dimana kelibihannya alat ini adalah kemmpuan berkomunikasi jarak jauh sehingga ratusan ribu kilometer hanya dalam waktu satu atau dua menit saja.
3) Telepon
Telepon ditemukan tidak lama setelah penemuan telegrafi tepatnya pada tahun 1897 oleh alexander Grambeell.
4) Radio
Pada telegrafi dan telepon selalu digunakan kawat-kawat penghubung sedangkan pada radio hanya memnfaatkan gelombang udara. Radio ditemukan oleh marconi (1896).
5) Televisi
Temuan yang sangat menakjubkan pada abad ke-20 adalah televisi . dikatakan menakjubkan karena sampai sekarang tidak banyak orang yang dapat memahami bagaimana gambar hidup dapat dikirimkan melalui kabel listrik.
6) Satelit komunikasi
Adalah satelit buatan manusia yang beredar mengelilingi Bumi. Dimana ada dua faktor yan menyebabkan satelit dapat berputar berada di awang-awang dan tidak jatuh kebumi. Yaitu gaya tarik menarik dan gaya tolak menolak dengan bumi yang mempuanyai besar yang seimbang.

Bioteknologi
Merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki perkembangan luar biasa dan seadang menjadi perhatian para ilmuan di seluruh dunia. Inti dari bioteknologi adalah bagaimana manusia memnfaatkan organisme biologis.
Rekayasa genetika adalah penyisipan informasi genetika kedalam organisme, replika gen,pembelahan (duplikasi) Gen dan DNA, mutasi gen baik yang sepontan maupun induksi DNA rekombinan dan pengklonan gen.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dengan bertambah majunya alam fikiran dan makin berkembangnya cara-cara penyelidikan, manusia dapat mejawab banyak pertanyaan tanpa mengarang mitos. Berkat pengamatan yang sistematis, kritis dan makin bertambahnya pengalaman yang diperoleh lambat laun manusia berusaha mencari jawaban secara rasional.
Karena berkembangnya penalaran tesebut maka muncullah berbagai disiplin ilmu seperti pada tabel berikut.
Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Sosial Dan Budaya
Sains Fisik Sains Hayati
1. Fisika
2. Kimia
3. Astronomi
4. Geologi
5. Mineralogi
6. Geografi
7. Geofisika
8. Meteorologi
9. Oseanologi
10. dll Botani
Zoologi
Mikrobiologi
Kesehatan
Paleontologi
Fisiologi
Taksonomi
dll Bahasa
Sosiologi
Pendidikan
Sejarah
Antropologi
Etnologi
Seni dan budaya
Psikologi
Ekonomi
dll
Didukung oleh matematika, statistika, dan informatika

Teknologi Informasi
Teknologi informasi berkembang dengan pesatnya terutama setelah ditemukannya mesin Punc card yang merupakan dasar komputer oleh “Hollerith” pada tahun 1890. dari sinilah era komputer dimulai, karena setelah itu dimulailah pembuatan komputer yang pertama, yang ukuranyya sangat luar biasa besarnya.


Teknologi Komunikasi
Komunikasi adalah salah satu keperluan manusia dalam hidup bersosialisasi. Untuk itu ilmu alam dan teknologi telah menyumbangkan kepada manusi dibidang media cetak, telegrafi, telphon, radio, dan televisi. Pada tahun 1962, dunia dikejutkan oleh penemuan baru berupa siaran TV dan Radio melalui angkas luar atau tagasnya melalui satlit.buatan. dengan komunikasi saltil ini maka hubungan antara manusia diseluruh dunia semakin mudah.

Bioteknologi
Merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki perkembangan luar biasa dan seadang menjadi perhatian para ilmuan di seluruh dunia. Inti dari bioteknologi adalah bagaimana manusia memnfaatkan organisme biologis.

Daftar Pustaka

Darmojo, hendro dan kalagis, yeni. 1994. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka
Dewiki, Santi, 2006. Ilmu Alamiah Dasar jakarta: Bumi Aksara
Nizamudin, H. 1994. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Rajawali Prees

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar